IMAN KEPADA MALAIKAT
IMAN KEPADA MALAIKAT
A. Arti Iman kepada Malaikat
Iman kepada malaikat merupakan rukun iman yang kedua setelah percaya kepada
Allah SWT. Yang dimaksud iman kepada malaikat ialah mempercayai bahwa Allah itu
mempunyai suatu makhluk bernama malaikat yang selalu taat dan bertasbih kepada
Allah.[1]
Malaikat merupakan salah satu makhluk ghaib yang diciptakan oleh Allah dari
cahaya dengan wujud dan sifat-sifat tertentu. Seorang muslim wajib beriman
kepadanya setelah beriman kepada Allah SWT. Malaikat mempunyai tugas-tugas
khusus yang dihubungkan dengan Allah, manusia dan alam semesta.[2]
Sebagai makhluk ghaib wujud malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba,
dicium, dirasakan oleh manusia atau dengan kata lain tdak dapat dijangkau oleh
panca indera manusia.[3]
Malaikat sebagai makhluk ghaib yang diciptakan dari cahaya mempunyai sifat
dan pembawaan seperti: selalu taat kepada Allah, senantiasa membenarkan dan
melaksanakan perintah Allah. Selain itu para malaikat mempunyai tugas tertentu
di alam ghaib, di alam dunia yang meliputi: menyampaikan wahyu Allah kepada
manusia melalui para Rosul-Nya, mengukuhkan hati orang-orang yang beriman,
memberi
pertolongan kepada
manusia, membantu perkembangan rohani manusia, mendorong manusia untuk berbuat
baik, mencatat perbuatan manusia, dan melaksanakan hukuman Allah.[4]
Dari uraian tugas diatas telah jelas bahwa tugas-tugas malaikat itu
berhubungan dengan pertumbuhan dan pengembangan rohani manusia. Dari situlah
maka manusia wajib mengimani malaikat.[5]
Dengan demikian, beriman kepada malaikat adalah mengimani keberadaan mereka
dengan keimanan yang kuat, tidak tergoyahkan oleh keraguan dan kebimbangan
apapun. Allah berfirman dalam surat Albaqarah ayat 285.
ءَامَنَ
ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ
ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ
بَيۡنَ أَحَدٖ مِّن رُّسُلِهِۦۚ وَقَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ غُفۡرَانَكَ
رَبَّنَا وَإِلَيۡكَ ٱلۡمَصِيرُ ٢٨٥
Artinya: “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya
dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada
Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka
mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang
lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan
Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada
Engkaulah tempat kembali."”
Dan barang siapa yang mengingkari wujud Allah maka ia telah kafir,
berdasarkan firman Alah dalam surat An-nisa ayat 136.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓاْ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِي نَزَّلَ
عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِن قَبۡلُۚ وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ
وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ
ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا ١٣٦
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan
Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab
yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian,
Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”
B. Tugas-Tugas Malaikat
Malaikat
bersifat ghaib. Oleh karena itu, jumlah
malaikat secara rinci hanya diketahui oleh Allah SWT. dan Rasul-Nya. Namun,
kita sebagai umat Islam diperintahkan untuk mengetahui dan mengimani sepuluh
nama malaikat. Berikut ini adalah nama nama malaikat beserta dengan tugasnya :
1.
Malaikat
Jibril atau yang dikenal dengan nama Ruhul Qudus dan Ruhul Amin dan Namus, ia
diberikan tugas untuk menyampaikan wahyu
2.
Malaikat
Mikail, diberikan tugas memberi rezeki, menurunkan hujan dan tumbuh-tumbuhan sesuai
dengan apa yang telh ditentukan oleh Allah SWT Yang Maha Pengatur lagi Maha
Bijaksana.
3.
Malaikat
Israfil, ia diberikan tugas untuk meniup
sangkakala dihari kiamat.
4.
Malaikat
Izrail, ataupun malaikat maut, ia diberikan
tugas untuk mencabut nyawa
5.
Malaikat
Munkar dan Nakir, mereka diberikan tugas untuk menannyai manusia ketika di alam kubur
6.
Malaikat Raqib, ia diberikan tugas untuk mencatat
seluruh amal perbuatan baik manusia di dunia
7.
Malaikat ‘Atid, ia diberikan tugas untuk mencatat seluruh amal perbuatan buruk manusia di dunia
8.
Malaikat Malik, ia diberikan tugas untuk menjaga pintu
neraka
Setelah mengetahui tugas-tugas para malaikat tersebut, maka hendaknya kita
meyakini adanya malaikat-malaikat tersebut, bukan hanya sebatas mengetahui sifat-sifat
dan tugasnya, melainkan harus melahirkan dampak dalam sikap dan perilaku
sehari-hari seperti halnya sikap teliti, disiplin, dan waspada.
1. Perilaku teliti
Orang yang beriman kepada
malaikat pasti akan selalu teliti dalam mengerjakan sesuatu. Karena mereka
sadar bahwa melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa adalah sifat setan.
2. Perilaku disiplin
Orang yang memiliki sifat
disiplin merupaka salah satu perilaku beriman kepada malaikat. Mereka cenderung
untuk mentaati peraturan yang dibuat dan melakukan semua kegiatannya sesuai
dengan yang ditentukan.
3. Perilaku waspada
Orang yang beriman kepada
malaikat cenderung memiliki sifat waspada dalam setiap langkah dan perbuatan
yang ia peerbuat. Mereka dapat memiih antara perbuatan yang baik dan yang
buruk. Karena ia yakin bahwa setiap apa yang ia kerjakan pasti dicatat amalnya
oleh malaikat yang telah ditugaskan oleh Allah SWT.
C. Hikmah Beriman Kepada Malaikat
Beriman kepada malaikat tentu banyak
mengandung banyak hikmah yang dapat dipetik, antara lain:
1. Mengetahui dengan jelas bahwa para malaikat itu adalah makhluk-mkhluk Allah
yang senantiasa taat dan patuh terhadap semua yang telah Allah perintahkan
kepada mereka.
2. Memberikan kesadaran kepada manusia yang beriman bahwa diutusnya sebagian
dari para malaikat itu dalam urusan kemanusiaan adalah sebagai pertanda begitu
besarnya kasih sayang yang diberikan Allah kepada para hamba-Nya.
3. Memberikan dampak positif yang luar biasa kepada para hamba agar tetap
mempersembahkan iman dan amal salehnya kepada Allah, karena sekecil apapun
kebaikan yang dilakukan tetap dicatat oleh para malaikat-Nya dan nantinya akan
dimintai pertanggung jawaban atas apa yang diperbuatnya.[7]
4. Berindak hati-hati dalam berperilaku keseharian
5. Memiliki kepedulian sosial dalam hidup bermasyarakat
6. Selalu memperbaiki diri sendiri dari waktu ke waktu
7. Selalu berfikir positif terhadap apa yang terjadi
8. Mengetahui akan keagungan Allah Swt atas kekuasaan-Nya.[8]
BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan di
atas dapat disimpulkan bahwa:
1.
Beriman kepada malaikat adalah mengimani keberadaan mereka dengan keimanan
yang kuat, tidak tergoyahkan oleh keraguan dan kebimbangan apapun.
2.
Malaikat
Jibril, diberikan tugas untuk menyampaikan wahyu, Malaikat Mikail, diberikan tugas memberi rezeki, menurunkan hujan dan tumbuh-tumbuhan sesuai
dengan apa yang telh ditentukan oleh Allah SWT, Malaikat
Israfil, bertugas untuk meniup
sangkakala dihari kiamat, Malaikat
Izrail, ataupun malaikat maut, ia diberikan
tugas untuk mencabut nyawa, Malaikat Munkar dan Nakir, mereka
diberikan tugas untuk menannyai manusia ketika di
alam kubur, Malaikat Raqib, ia diberikan tugas
untuk mencatat seluruh amal perbuatan baik manusia di dunia,
Malaikat ‘Atid, ia diberikan tugas untuk mencatat
seluruh amal perbuatan buruk manusia di dunia,
Malaikat Malik, ia diberikan tugas untuk menjaga pintu neraka, Malaikat Ridwan, ia diberikan
tugas untuk menjaga pintu surga.
3. Hikmah beriman kepada malaikat Allah diantaranya: berindak hati-hati dalam
berperilaku keseharian, memiliki kepedulian sosial dalam hidup bermasyarakat, selalu
memperbaiki diri sendiri dari waktu ke waktu, selalu berfikir positif terhadap
apa yang terjadi, mengetahui akan keagungan Allah Swt atas kekuasaan-Nya, dll.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Mohammad Daud. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada, 2000.
Al-Utsaimin, Muhammad bin shalil. Syarah Tsalasatul ushul.
Surakarta: Darul Tsarya, 1997.
Hamid, Abdullah bin Abdul hamid. Intisari Aqidah. Jakarta: Pustaka
Imam Asy-Syafi’i, 2013.
Ilyas, Yunahar. Kuliah Aqidah Islam. Yogyakarta: LPPI PRESS, 2004.
Pangarsa, Humaidi Tata Pangarsa Kuliah Aqidah Lengkap. Jakarta:Bina
Ilmu, 1997.
Prahara, Erwin Yudi. Materi Pendidikan Agama Islam. Ponorogo: STAIN
Po PRESS, 2009.
Ubaidah, Darwis Abu. Panduan Aqidah ASWAJA. Jakarta: Pustaka
Al-Kautsar, 2008.
Komentar
Posting Komentar